Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan, antibakteri, dan uji toksisitas dari berbagai jenis ekstrak kulit batang pohon kesambi (Schleichera oleosa (Lour)Oken). Tahapan penelitian meliputi proses esktraksi kulit batang kesambi dari kecamatan Mancak Serang dengan teknik maserasi bertingkat menggunakan 3 pelarut : Metanol, n-heksan, dan etil asetat. Ekstrak tersebut kemudian diuji aktivitas antioksidan, antibakteri, dan toksisitasnya. Hasil pengujian antioksidan dengan metode DPPH, antibakteri dengan metode difusi agar, dan uji toksisitas dengan metode BSLT didapat hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan (IC50 7,723 ppm) yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak metanol (IC50 7,801 ppm), dan ekstrak n-heksan (IC50 8,568 ppm). Aktivitas antibakteri menunjukkan adanya kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus aureus dibandingkan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 10000 ppm, dan hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas yang lebih baik (LC50 305,17 ppm) dibandingkan ekstrak n-heksan (LC50 374,96 ppm) dan ekstrak metanol (LC50 431,26 ppm).

Keywords

BSLT Difusi agar DPPH Schleichera oleosa (Lour) oken

Article Details

How to Cite
Sari, P., Sugita, P., & Santoso, A. (2019). Aktivitas Antioksidan, Antibakteri, dan Toksisitas Ekstrak Kulit Batang Pohon Kesambi (Schleichera oleosa (Lour) Oken) . Jurnal Jamu Indonesia, 4(3), 112-118. https://doi.org/10.29244/jji.v4i3.163

References

  1. Ajilye OO, Obuotor EM, Akinkunmi EO, Aderogba MA. 2015. Isolation and characterization of antioxidant and antimicrobial compounds from Anacardium occidentale L. (Anacardiaceae) leaf extract. King Saud University, 2015, 27: 244 -252.
  2. Alfin S. 2018. Toksisitas ekstrak daun Matoa (Pometia pinnata) terhadap larva (Artemia salina L) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Jurnal Analis Kesehatan Klinikal Sains, 6 (1).
  3. Batubara I, Mitsunaga T, Ohasi H. 2009. Screening antiacne potency of Indonesian Medicinal Plants, antibacterial, lipase inhibition, and antioxidant activities. J Wood Sci. 55: 230-235.
  4. Bhatia H, Kaur J, Nabdi S, Gurnani V, Chowdhury A, Reddy PH, et al. 2013. A review on Schleichera oleosa: pharmacological and environmental aspects. J Pharm Res 2013; 6: 224-9.
  5. Daun H, 1979. Interaction of Wood Smoke Component and Foods. Food Technology. 33 : 66-71.
  6. Davis WW, Stout TR. 1971. Disc plate methods of microbiological antibiotic assay. Microbiology. 22:659-665.
  7. Deskawati E. 2015. Isolasi Senyawa Racun dari Ikan Buntal. [Tesis]. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  8. Dewi FK. 2010. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia, Linnaeus) Terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar [Skripsi]. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret. Surakarta
  9. Fernandez R. 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi n-heksana, Fraksi Kloroform Dan Fraaksi Air Dari Ekstrak Etanolik Kulit Batang Kesambi (Schleichera oleosa Merr.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 Secara in vitro [Skripsi]. Surakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi.
  10. Ghosh P, Chakraborty P, Saha A. 2011. Triterpenoids from Schleichera oleosa of Darjeeling Foothills and Their Antimicrobial Activity. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences. 73(2): 231-233.
  11. Mallik BK, Panda T, Padhy RN. Traditional herbal practices by the ethnic people of Kalahandi district of Odisha, India. Asian Pac J Trop Biomed 2012; 2: S988-94.
  12. Molyneux P. 2014. The use of the stable free radical (DPPH) antioxidant activity. J Sci and Tech. 26:211-219.
  13. Patra GC, Sahu PS, Panda P, Sahoo S, Mohapatra S, Bindhani BK. Anti-mycotic effect of ‘kusum oil’ extract on candida albicans clinical isolates from endophthalmitis cases. Int J Pharm Bio Sci 2012; 3: B475-84.
  14. Pelczar, M. J. dan Chan, E. C. S. 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi, diterjemahkan oleh Hadioetomo, R. S. Jakarta (ID) : Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
  15. Prasetya, Shantina O, Soegianto L, Wijaya S. 2017. Uji Aktivitas antibakteri dan Antibiofilm Fraksi Biji Kelengkeng (Euphoria longan lour Steud) Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538. [Thesis]. Widya Mandala Catholic University Surabaya. Surabaya.
  16. Santoso HB. 2008. Ragam dan Khasiat Tanaman Obat. Jakarta Selatan. Agromedia Pustaka. Hal.50
  17. Suita E. 2012. Seri Teknologi Pembenihan Tanaman Hutan Kesambi (Schleicera oleosa MERR.). Bogor: Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan.
  18. Susilawati NM, Ramona Y, Parwata IOA. 2016. Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kasar Kulit Batang Kusambi (Schleichera oleosa (Lour) Oken) Terhadap Pertumbuhan In Vitro Bakteri E.coli. Jurnal Metamorfosis III (2):96-102
  19. Thatavong X. 2015. Chemical Constituents and Biological Activities From Crude Hexane Extract of Schleichera Oleosa Fruits. Chonburi: Burapha University.
  20. Thind S Tarunpreet, Rampal G, Agrawal K Satyam, Saxena K Ajit, Arora Saroj. 2009. Diminution of free radical induced DNA damage by extracts/fractions from bark of Schleichera oleosa (Lour) Oken. Formerly Natural Product Letters.
  21. Tillah M, Batubara I, Sari RK. 2017. Antimicrobial and antioxidant activities of resins and essential oil from pine (Pinus merkusii, Pinuso ocarpa, Pinus insularis) and agathis (Agathis loranthifolia). Biosaintifika. 9(1): 134-139.
  22. Tristantini D, Ismawati A, Pradana T B, Jonathan G B. 2016. Pengujian Aktivitas Antioksidan Menggunakan DPPH pada Daun Tanjung (Mimusops elengi L). FTI UPN. Yogyakarta.
  23. Uyun J. 2016. Analisis Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Dari Kulit Batang Kesambi (Schleichera oleosa) Dan Uji Aktivitas Fraksi Terhadap Bakteri Patogen.[Skripsi]. Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) Cilegon. Cilegon.
  24. Yuhernita, Juniarti. 2011. Analisis senyawa metabolit sekunder dari ekstrak methanol daun Surian yang berpotensi sebagai antioksidan. Jakarta 10510.