Author Guidlines

PEDOMAN UNTUK PENULIS

KEBIJAKAN DAN ORGANISASI JURNAL JAMU INDONESIA
a.    Kebijakan umum
        Jurnal Jamu Indonesia mempublikasikan naskah dalam bahasa Indonesia dan Inggris di semua bidang yang berkaitan dengan jamu. Naskah dapat berupa laporan terbaru hasil penelitian, penjelasan metode penelitian yang baru, atau pengertian baru dari hasil yang telah ada. Sumbangan teoretis terbaru dapat juga disamakan dengan naskah hasil penelitian. Interpretasi dari kebijakan di atas merupakan wewenang redaksi yang akan memutuskan apakah suatu ajuan naskah memenuhi kriteria atau tidak.
            Pengajuan suatu naskah kepada Jurnal Jamu Indonesia mengimplikasikan bahwa naskah tidak sedang dipublikasikan ataupun dalam pertimbangan untuk publikasi di mana pun. Jurnal Jamu Indonesia dterbitkan tiga kali dalam setahun.

b.    Redaksi dan Proses Penelaahan    
Redaksi memiliki tanggung jawab atas semua keputusan redaksional. Nama-nama redaksi dicantumkan pada setiap terbitan, sedangkan daftar tim penelaah diterbitkan pada terbitan terakhir setiap volumenya.
            Naskah yang diterima redaksi akan dikirim ke penelaah yang memiliki kompetensi pada bidangnya. Penulis dapat mengajukan nama penelaah untuk naskahnya dan diajukan lewat surat (atau secara online). Jurnal Jamu Indonesia akan menerimanya sebagai saran, tetapi tidak wajib untuk mengikuti usulan tersebut.
        Penelaah merupakan penasehat bagi redaksi. Hasil telaahannya digunakan sebagai pertimbangan keputusan redaksional untuk menerima atau menolak suatu naskah. Apabila suatu naskah ditolak, redaksi akan mengirimkan keputusan ini kepada penulis bersama dengan pendapat penelaah.
        Ketika naskah dikembalikan kepada penulis untuk direvisi (untuk naskah yang diterima), penulis harus mengembalikan bersamaan dengan keterangan dari penelaah dan surat yang mengindikasikan bahwa revisi telah dilakukan. Naskah hasil revisi harus dikembalikan dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari. Keterlambatan akan menyebabkan naskah tersebut dipertimbangkan sebagai ajuan baru dan mungkin akan mengalami prosoes telaahan baru.
c.    Publikasi dalam Internet
Naskah yang diterima akan dipublikasikan dalam internet secepat Jurnal siap diterbitkan. Akses dapat dilakukan di URL: http://jamu.journal.ipb.ac.id
d.    Pengajuan Naskah
Dengan mengikuti aturan umum ini diharapkan waktu yang singkat antara penerimaan dan penerbitan naskah dapat dicapai. Selambat-lambatnya dikirim tiga bulan sebelum terbit ditujukan ke: Prof. Dr. Ir. Latifah K Darusman, MS , Pusat Studi Biofarmaka, Kampus IPB Taman Kencana , Jl. Taman Kencana No.3, Bogor 16128, Indonesia atau Email: bfarmaka@apps.ipb.ac.id atau secara online di http://jamu.journal.ipb.ac.id
        Jika ajuan naskah dalam bentuk cetak, kiriman naskah terdiri dari:
     Satu naskah asli dan dua fotokopi, termasuk gambar asli atau fotokopi gambar yang jelas.
    Gambar dan tabel dikelompokkan bersama dalam lembar terpisah.
    Surat ajuan dengan tandatangan asli termasuk nama penelaah yang diusulkan. Form surat ajuan ini dapat ditemukan pada bagian akhir jurnal atau dapat diakses dalam internet.
    Alamat lengkap lembaga institusi, telepon, faksimile, e-mail, dan kode pos. Termasuk di sini alamat lengkap bagi penulis lain.
    Semua file elektronik dimasukkan dalam CD

e.    Kategori naskah
Naskah yang dapat diajukan adalah naskah penelitian, komunikasi penelitian, dan ulas balik. Semua naskah yang diajukan akan melalui proses telaahan terlebih dahulu sebelum diterbitkan.


    Naskah penelitian.
Naskah lengkap yang merupakan bentuk umum publikasi yang dapat dipertanggungjawabkan isinya.
    Komunikasi penelitian.
Berupa naskah pendek, maksimum 2 halaman yang berisi temuan penting yang dapat menarik pihak yang berkecimpung dalam bidang Jamu.
Ulas balik.
Ulas balik yang tidak diminta dapat dipertimbangkan untuk dipublikasikan setelah sebelumnya mengajukan ringkasan atau garis besarnya.

f.    Format naskah

Naskah diketik dengan 2 spasi dengan ukuran huruf 12 pt, ukuran kertas seragam A4 dan satu kolom. Halaman harus diberi nomor. Untuk makalah berbahasa Indonesia, sertakan judul dalam bahasa Inggris. Judul harus tepat, menarik tetapi cukup informatif, dan tidak ada singkatan-singkatan. Naskah diberi nama penulis  dan lembaga afiliasinya masing-masing menunjukkan kepemilikan atas naskah artikel.  Judul  tidak lebih dari 15 kata dan tidak ada singkatan. Abstrak makalah di buat dalam bahasa Inggris dan Indonesia, tidak lebih dari 250 kata, dan harus informatif, tapi tidak ada detail tidak penting atau bahan yang tidak dijelaskan nantinya dalam naskah. Kata kunci berisi kata-kata penting dalam makalah yang dapat digunakan untuk perujukan indeks.  Kata kunci diletakkan setelah abstrak.  Bagian utama naskah dibagi menjadi (a) Pendahuluan; (b) Metode penelitian, termasuk bahan dan metoda; (c) Hasil, dengan kuantifikasi cukup; (d) Pembahasan; (e) Ucapan terima kasih; (f) Daftar pustaka;  (g) Tabel dan gambar.  Bagian hasil dan pembahasan dapat digabung dan dapat ditambah kesimpulan sebagai bagian tersendiri.
 
Penjelasan rinci bagian naskah :
(a)    Pendahuluan:
Bagian ini dipaparkan ringkas, menjelaskan latar belakang dan alasan mengapa dilakukan penelitian (studi). Bagian ini bisa saja merupakan ulasan atau kajian dari studi pustaka. Pendahuluan menyatakan tegas mengenai status ilmiah dewasa ini (state of the art). Jumlah pustaka acuan dan jumlah paragraf (3-4 paragraf) dibatasi. Pernyataan tujuan penelitian yang secara tegas dituliskan pada paragraf terakhir beserta uraian singkat tentang cara pendekatan pemecahan masalahnya. Pernyataan  manfaat penelitian tidak dianjurkan untuk ditulis di Pendahuluan, jika temuan penelitian pada kenyataannya memang bermanfaat, tuliskan ini pada simpulan.

(b)    Metode Penelitian:
Bagian yang menjelaskan tahapan  penelitian dan berikut aturannya harus dijelaskan, meskipun ada rangkaian percobaan yang rumit, juga diizinkan menjelaskan tiap aturan sebelum pemaparan hasil-hasilnya. Metode harus dijelaskan cukup detail sehingga memungkinkan percobaan atau perolehan data dapat diulangi oleh orang lain. Metode rutin perlu dijabarkan secara ringkas dengan tambahan referensi lengkap. Pabrik pembuat peralatan, sumber bahan kimia, dan obat harus diketahui. Perhitungan dan metode statistik yang digunakan juga termasuk di sini.
Yang menjadi sorotan mitra bestari ( penelaah , rieviewer) sewaktu menelaah bagian metode  adalah perihal keakurasian dan keabsahan bahan, alat, prosedur, pengumpulan data dan analisis datanya. Jika metode mengacu ke prosedur standar, tulis standarnya. Yang dimaksud dengan prosedur standar ialah : prosedur baku yang umumnya diterbitkan oleh pemerintah (misal : SNI dari pemerintah Indonesia, JIS dari pemerintah Jepang,) atau lembaga (misal : ASTM, AOAC), atau prosedur yang pernah dipublikasikan. Prosedur praktikum jangan diacu.

(c)    Hasil :
Pemaparan hasil tidak semata-mata pengulangan data yang muncul lewat ilustrasi (tabel dan gambar). Pada bagian hasil sebaiknya jelas dan memenuhi urutan logika. Jika naskah menjelaskan rangkaian percobaan yang kompleks, diperbolehkan untuk menjelaskan aturan atau tahapan percobaan sebelum pemaparan hasil. Jangan mendiskusikan hasil atau menarik kesimpulan pada bagian ini. Sering kali ilustrasi memerlukan penyuntingan juga, misalnya pengecilan atau pembesaran ukuran. Umumnya ilustrasi tidak diperkenankan disisipkan dalam teks. Oleh sebab itu, setiap ilustrasi perlu dinomori secara berurut dan dinyatakan di dalam teks agar peletaknya di dalam teks oleh penyunting pelaksana berkala tidak keliru

(d)    Pembahasan :
Yang dikritisi dalam pembahasan ialah kemampuan penulis untuk menafsir data yang dikumpulkan dan menyintesisnya untuk sampai pada kesimpulan yang bermakna pada kemajuan ipteks. Pembahasan tidak sekedar menarasikan hasil, hubungan yang ada di antara fakta-fakta selama pengamatan harus ditunjukkan; jangan terkesan terlepas-lepas. Kecendiakaan penulis ditunjukkan lewat argumentasi logis untuk menafsir dan memberi implikasi, gunakan acuan yang bermutu dalam hal ini. Keterbatasan temuan jika ada harus ditunjukkan dengan jujur. Impikasi dari hasil penelitian perlu dikemukakan, jangan berlebihan dan berspesikulasi.. Semua informasi  dikemas dalam paragraf yang baik. Jangan pernah mengacu pustaka di awal paragraf. Kemukakan buah pikiran anda pada awal paragraf dan dukunglah dengan sejumlah pustaka yang relevan. Tutuplah paragraf dengan pernyatan umum semacam simpulan kecil.


(e)    Simpulan dan Saran:
Untuk simpulan beri kesan bahwa penelitian anda sungguh-sungguh berguna bagi pembaca untuk dibaca atau disitasi.

(f)    Ucapan terima kasih:
Diberikan secara ringkas dan hanya disampaikan kepada pihak yang pantas,  seperti kepada penyandang dana (sponsor), penyumbang bahan, sarana penelitian dan sumber bantuan bahan-bahan yang tidak bisa didapat secara komersial. Bila memperoleh hibah penelitian dari sponsor, tulis juga nomor kontraknya.


(g)    Daftar Pustaka :
Ditulis menggunakan sistem nama dan disusun secara abjad. Diperlukan kecermatan tinggi sehubungan dengan peletakan tanda baca, pengaturan urutan unsur-unsur  identitas sumber acuan, dan penyingkatan nama terbitan jurnal atau nama penerbit.  Untuk keseragaman di berikan beberapa contoh aturan:


-    Jurnal ( Nama penulis. Tahun terbit. Judul jurnal. nama berkala ilmiah. Volume(nomor edisi):halaman.). Contoh penulisan :

Purwadaria T, Gunawan L, Gunawan AW. 2010. The production of nata colored by Monascus purpureus J1 pigments as functional food. Microbiol Indones. 4(1):6-10.
-    Buku (Nama penulis. Tahun terbit. Judul buku. Kota penerbitan (Kode Negara): penerbit.). Contoh penulisan :
Adamson, AW.  1982. Physical Chemistry of Surfaces. Ed ke-4. Toronto: John Wiley & Sons.
-    Prosiding (hampir sama dengan buku tetapi pada umumnya disunting oleh satu atau beberapa editor). Contoh penulisan :
Raffiudin, R, D Nandika, M Amir & N Sugiri. 1991. Populasi flagelata pada usus rayap Coptotermes curvignatus Holmgren dengan pemberian pakan tiga jenis kayu, hlm. 482-487. Di dalam Biologi Menunjang Ketahanan Bangsa melalui Perbaikan Mutu Pangan, Kesehatan, dan Lingkungan. Volume II. Prosiding seminar Ilmiah dan Kongres Nasional Biologi X. 24-26 September 1991. Bogor: Perhimpunan Biologi Indonesia dan PAU Ilmu Hayat IPB.

-    Skripsi/Tesis/Disertasi (Nama penulis. Tahun terbit. Judul [Jenis publikasi]. Tempat institusi (Kode Negara): Nama institusi tempat tersedianyakarya ilmiah tersebut. Contoh penulisan :
Novriyandi. 1999. Isolasi dan Elusidasi Struktur Senyawa Turunan Flavonoid dari Kulit Kayu Terap (Artocarpus anisophyllus Miq.). Skripsi. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

(h)    Tabel :
Gunakan 2 spasi untuk tabel dalam lembar terpisah dan nomor berurutan sesuai dengan nomor kutipannya. Berikan judul singkat dan jelas ditiap tabel, dan tempatkan penjelasan tabel pada catatan kaki. Jelaskan setiap penggunaan singkatan juga pada catatan kaki dan identifikasi dan jelaskan semua pengukuran statistik  (simpangan baku dan galat) dan analisis (ANOVA, dll). Tabel  terdiri atas 5 bagian utama, yaitu nomor dan judul tabel, kepala tunggul (kolom paling kiri, stub), kepala kolom, medan informasi, dan catatan kaki tabel. Garis pemisah yang penting hanya 3, arahnya mendatar, dan garis bantu selebihnya harus dibuat seperlunya saja. Garis bantu yang tegak dapat dihilangkan dengan menyusun kolom dan jarak antarkolom secara hati-hati.
 
(i)    Gambar :
Kualitas gambar tergantung pada gambar yang tersedia.  Gambar dalam bentuk grafik dicetak dengan printer kualitas tinggi atau di gambar di atas kertas kalkir dengan tinta cina.  Gambar berwarna dapat dicetak berwarna dalam jurnal tetapi penulis akan dikenakan biaya tambahan.  Sebaiknya tidak menyertakan foto berwarna jika akan dicetak dalam hitam putih.
 
g.    Cetak lepas
Penulis yang diterima naskahnya dapat memesan untuk mendapatkan satu buah buletin dan tiga buah cetak lepas setelah terbit. Cetak lepas tambahan dapat dipesan dengan biaya khusus.
h.    Biaya pemuatan
Jurnal Jamu Indonesia tidak menerapkan adanya biaya pemuatan termasuk Naskah yang akan dipublikasi.
i.    Koreksi
Jika kesalahan ditemukan dalam sebuah naskah yang telah dipublikasikan, penulis sebaiknya mengirimkan koreksi kepada redaksi untuk dipublikasikan sebagai ralat.