Main Article Content

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular penting di dunia dan ditetapkan sebagai global emergency oleh World Health Organization (WHO). Indonesia menjadi salah satu negara dengan insidensi tuberkulosis tertinggi di dunia, yaitu peringkat kedua setelah India pada tahun 2015 dengan jumlah penderita mencapai 1.020.000 jiwa. Penelitian Ristoja 2012 telah menghasilkan data yang besar terkait tanaman obat dan manfaatnya untuk beberapa gejala penyakit. Data hasil Ristoja memuat daftar tumbuhan dan khasiatnya, salah satunya adalah untuk pengobatan tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tumbuhan obat yang memiliki potensi anti tuberkulosis berdasarkan data Penelitian Ristoja 2012. Penelitian menggunakan 29 sampel tumbuhan tunggal dan 15 ramuan yang dari data Ristoja 2012 merupakan tumbuhan untuk TBC berdasarkan informasi penyehat tradisonal. Uji kepekaan dilakukan menggunakan metode proporsi agar pada media LJ Modified Agar. Sampel tumbuhan yang telah berbentuk simplisia diserbuk selanjutnya dibuat dalam bentuk infusa dan ekstrak air. Selanjutnya infusa dan ekstrak air diujikan menggunakan kultur bakteri MTB H37Rv konsentrasi 106 cfu/ ml pada media LJ Modified Agar selama 3 minggu berdasarkan metode yang digunakan Laboratorium TB FK UGM. Konsentrasi infusa dan ekstrak air yang digunakan adalah 50 mg/ ml dan 25 mg/ ml. Hasil menunjukkan  pada dosis 50 mg/ ml sebanyak 9 ekstrak tunggal, antara lain Blumea balsamifera, Clausena excavata, Pluchea indica; dan dosis 25 mg/ ml sebanyak 2 ekstrak tunggal yaitu Angiopteris evecta dan Arenga pinnata serta 1 infusa 5% tanaman tunggal yaitu Caesalpinia sappan L. menghambat pertumbuhan bakteri. Dan pada dosis 50 mg/ ml sebanyak satu infus ramuan dan dosis 25 mg/ ml sebanyak dua ekstrak ramuan.

Keywords

LJ Modified Agar MTB H37Rv Tuberkulosis

Article Details

How to Cite
Ratnawati, G., & Supriyati, N. (2019). Skrining Aktivitas Anti Tuberkulosis Tumbuhan Obat Riset Tumbuhan Obat dan Jamu 2012. Jurnal Jamu Indonesia, 4(2), 54-62. https://doi.org/10.29244/jji.v4i2.130

References

  1. Askun T. 2015. The Significance of Flavonoids as a Potential Anti-Tuberculosis Compounds. Research & Reviews: Journal of Pharmacology an Toxicological Studies Vol 3 Issue 3
  2. Asres K, Bucar F, Edelsbrunner S, Kartnig T, Hoger G, Thiel W. 2001. Investigations of Antimycobacterial Activity of Some Ethiopian Medicinal Plants. Phytotherapy Research. 15:323-326.
  3. Bongo G, Tuntufye H, Ngbolua K Malakalingna J, Claudine T, Pambu A, Mwanza F, Mbadiko C, Makengo G, Iteku J, Tshilanda D, Mpiana P, Mbemba T, Kazwala R. 2017. Comparative Anti-mycobacterial Activity on Lowenstein-Jensen Slants of Selected Medicinal Plants Used in the Congolese Pharmacopeia. Journal of Diseases and Medicinal Plants. 3(5):88-96.
  4. Chandra HJ. 2013. Screening of Antimicrobial Activity and Phytochemical Analysis of Caesalpinia sappan L. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research. 2013,5(3):171-175.
  5. Christanto A. 2018. Paradigma Baru Tuberkulosis pada Era Sustainable Development Goals (SDGs) dan Implementasinya di Indonesia. Cermin Dunia Kimia. 45(1):57-60.
  6. DebMandal M, Mandal S. 2011. Coconut (Cocos nucifera L.: Arecaceae): In Health Promotion and Disease Prevention. Asian Psific Journal of Tropical Medicine. 4(3): 241-247
  7. Kemenkes RI. 2015. Survei Prevalensi Tuberkulosis Indonesia 2013-2014. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
  8. Macabeo APG, Krohn K, Gehle D, Read RW, Brophy JJ, Cordell GA, Franzblau SG, Aguinaldo AM. 2005. Indole alkaloids from the leaves of Philippine Alstonia scholaris. Phytochemistry. 66(10):1158-1162.
  9. Mohan G, Anand SP. 2011. Efficacy of Aqueous and Methanol extracts of Caesalpinia sappan L. and Mimosa pudica L. for Their Potential Antimicrobial Activity. South As. Journal of Biological Sciences. 1 (2):48-57.
  10. Pang Y, Wang D, Fan Z, Chen X, Yu F, Hu X, Wang K, Yuan L. 2014. Blumea balsamifera - A Phytochemical and Pharmacological Review. Molecules. 19:9453-9477; doi:10.3390/molecules19079453.
  11. Srinivasan R, Ganapathy SG; Karthik S, Mathivanan K, Baskaran R, Karthikeyan M, Gopi M. 2012. In Vitro Antimicrobial Activity of Caesalpinia sappan L. Asian Pasific Journal of Tropical Biomedicine. S136-S139.
  12. Wahyono S, Jokopriyambodo W, Mustofa FI, Rahmawati N, Sari AN, Maruzy A, Mujahid R, Widowati L, Widyastuti Y, Subositi D, Budiarti M, Haryanti S, Junediyono. 2017. Laporan Nasional Eksporasi Pengetahuan Lokal Etnomeisin dan Tumbuhan Obat Berbasis Komunitas di Indonesia. Jakarta (ID): Lembaga Penerbitan Badan Litbangkes.
  13. Wahyuningrum, R; Ritmaleni; Irianti, T, Wahyuono, S; Kaneko, T. Antituberculosis Activity of Extract and Fractions of Tinosprora crispa against Mycobacterium tuberculosis H37RV Using Mycobacterian Growth Indicator Tube and Agar Proportion Method. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. 11(3):132-135
  14. WHO. 2015. The End TB Strategy. http://www.who.int/tb/End_TB_brochure pdf
  15. WHO a. 2017. Global Tuberculosis Report 2017. http://who.int/tb/publications/global-report/gtbr2017_main_text.pdf
  16. Woldemichael GM, Gutierrez-Lugo MT, Franzblau SG, Wang Y, Suarez E, Timmermann BN. 2004. Mycobacterium tuberculosis Growth Inhibition by Constituents of Sapium haematospermum. Journal of Natural Products. 67 (4):598–603.