Go to Login or Register to make a submission.

As part of the submission process, authors are required to check off their submission's compliance with all of the following items, and submissions may be returned to authors that do not adhere to these guidelines.

  • The submission has not been previously published, nor is it before another journal for consideration (or an explanation has been provided in Comments to the Editor).
  • The submission file is in OpenOffice, Microsoft Word, or RTF document file format.
  • Where available, URLs for the references have been provided.
  • The text is single-spaced; uses a 12-point font; employs italics, rather than underlining (except with URL addresses); and all illustrations, figures, and tables are placed within the text at the appropriate points, rather than at the end.
  • The text adheres to the stylistic and bibliographic requirements outlined in the Author Guidelines.

PEDOMAN UNTUK PENULIS


Kebijakan Umum


 Jurnal Jamu Indonesia mempublikasikan naskah dalam bahasa Indonesia dan Inggris di semua bidang yang berkaitan dengan jamu. Naskah dapat berupa laporan terbaru hasil penelitian, penjelasan metode penelitian yang baru, atau pengertian baru dari hasil yang telah ada. Sumbangan teoretis terbaru dapat juga disamakan dengan naskah hasil penelitian. Interpretasi dari kebijakan di atas merupakan wewenang redaksi yang akan memutuskan apakah suatu ajuan naskah memenuhi kriteria atau tidak. Pengajuan suatu naskah kepada Jurnal Jamu Indonesia mengimplikasikan bahwa naskah tidak sedang dipublikasikan ataupun dalam pertimbangan untuk publikasi di mana pun. Jurnal Jamu Indonesia dterbitkan tiga kali dalam setahun.


Redaksi dan Proses Penelaahan


Redaksi memiliki tanggung jawab atas semua keputusan redaksional. Nama-nama redaksi dicantumkan pada setiap terbitan, sedangkan daftar tim penelaah diterbitkan pada terbitan terakhir setiap volumenya. Naskah yang diterima redaksi akan dikirim ke penelaah yang memiliki kompetensi pada bidangnya. Penulis dapat mengajukan nama penelaah untuk naskahnya dan diajukan lewat email saat mengirimkan artikelnya. Jurnal Jamu Indonesia akan menerimanya sebagai saran, tetapi tidak wajib untuk mengikuti usulan tersebut.


Penelaah merupakan penasehat bagi redaksi. Hasil telaahannya digunakan sebagai pertimbangan keputusan redaksional untuk menerima atau menolak suatu naskah. Apabila suatu naskah ditolak, redaksi akan mengirimkan keputusan ini kepada penulis bersama dengan pendapat penelaah. Ketika naskah dikembalikan kepada penulis untuk direvisi (untuk naskah yang diterima), penulis harus mengembalikan bersamaan dengan keterangan dari penelaah dan surat yang mengindikasikan bahwa revisi telah dilakukan. Naskah hasil revisi harus dikembalikan dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari. Keterlambatan akan menyebabkan naskah tersebut dipertimbangkan sebagai ajuan baru dan mungkin akan mengalami prosoes telaahan baru.


Publikasi dalam Internet


Naskah yang diterima akan dipublikasikan dalam internet secepat Jurnal siap diterbitkan. Akses dapat dilakukan di URL: http://jamu.journal.ipb.ac.id


Pengajuan Naskah


Dengan mengikuti aturan umum ini diharapkan waktu yang singkat antara penerimaan dan penerbitan naskah dapat dicapai. Selambat-lambatnya dikirim tiga bulan sebelum terbit ditujukan ke: Dr. Mohamad Rafi, M.Si, melalui email: jurnaljamuindonesia@apps.ipb.ac.id atau secara online di http://jamu.journal.ipb.ac.id 


Kategori naskah


Naskah yang dapat diajukan adalah naskah penelitian, komunikasi penelitian, dan ulas balik. Semua naskah yang diajukan akan melalui proses telaahan terlebih dahulu sebelum diterbitkan.


Naskah penelitian


Naskah lengkap yang merupakan bentuk umum publikasi yang dapat dipertanggungjawabkan isinya.


Komunikasi penelitian


Berupa naskah pendek, maksimum 3 halaman yang berisi temuan penting yang dapat menarik pihak yang berkecimpung dalam bidang Jamu.


Ulas balik.


Ulas balik yang tidak diminta dapat dipertimbangkan untuk dipublikasikan setelah sebelumnya mengajukan ringkasan atau garis besarnya.


Format naskah


Naskah diketik pada peranti lunak MS Word dengan huruf Times New Roman ukuran 12 pt dengan spasi 2 dan diberi fungsi line numbers, ukuran kertas A4, satu kolom, dan halaman harus diberi nomor. Untuk makalah berbahasa Indonesia, sertakan judul dalam bahasa Inggris setelah judul dalam bahasa Indonesia. Judul harus tepat, menarik tetapi cukup informatif, dan tidak ada singkatan. Naskah diberi nama penulis dan lembaga afiliasinya masing-masing menunjukkan kepemilikan atas naskah artikel dan beri tanda * untuk penulis korespondensi. Judul tidak lebih dari 20 kata dan tidak ada singkatan. Abstrak makalah di buat dalam bahasa Inggris dan Indonesia, tidak lebih dari 250 kata. Kata kunci berisi kata-kata penting dalam makalah yang dapat digunakan untuk perujukan indeks. Kata kunci diletakkan setelah abstrak dengan jumlah antara 3-5 kata. Bagian utama naskah dibagi menjadi (a) Pendahuluan; (b) Metode penelitian, termasuk bahan dan metode; (c) Hasil dan Pembahasan; (d) Kesimpulan; (e) Ucapan terima kasih; (f) Daftar pustaka. Tabel dan gambar ditempatkan setelah daftar pustaka.


Pengacuan pustaka pada tulisan disitasi dengan cara sebagai berikut:


Jika penulis tunggal: Heryanto (2016) atau (Heryanto 2016).


Jika dua penulis: Heryanto dan Rafi (2016) atau (Heryanto dan Rafi 2016).


Jika lebih dari dua penulis: Heryanto et al. (2016) atau (Heryanto et al. 2016).


Jika beberapa rujukan dalam satu kalimat (Heryanto et al. 2016; Rafi et al. 2016)


Penulisan alat, bahan, dan peranti lunak yang spesial mengikuti cara sebagai berikut:


Alat: nama alat dan tipenya (Pabrikan, Kota, Neg Pembuat, Kota, Negara ara), contohnya: spektrofotometer UV-Vis 1700 PC (Shimadzu, Kyoto, Jepang)


Bahan: nama bahan dan kemurniannya jika ada (Pembuat, Kota, Negara), contohnya: kuersetin 99% (Sigma-Aldrich, St Louis, Amerika Serikat)


Peranti lunak: nama peranti lunak dengan versinya (Pembuat, Kota, Negara), contohnya: The Unscrambler versi X 10.2 (Camo, Oslo, Norwegia).


Penjelasan rinci bagian naskah :


Pendahuluan:


Bagian ini dipaparkan ringkas, menjelaskan latar belakang dan alasan mengapa dilakukan penelitian (studi). Bagian ini bisa saja merupakan ulasan atau kajian dari studi pustaka. Pendahuluan menyatakan tegas mengenai status ilmiah dewasa ini (state of the art). Jumlah pustaka acuan dan jumlah paragraf (3-4 paragraf) dibatasi. Pernyataan tujuan penelitian yang secara tegas dituliskan pada paragraf terakhir beserta uraian singkat tentang cara pendekatan pemecahan masalahnya. Pernyataan manfaat penelitian tidak dianjurkan untuk ditulis di Pendahuluan, jika temuan penelitian pada kenyataannya memang bermanfaat, tuliskan ini pada simpulan.


Metode Penelitian:


Bagian yang menjelaskan tahapan penelitian dan berikut aturannya harus dijelaskan, meskipun ada rangkaian percobaan yang rumit, juga diizinkan menjelaskan tiap aturan sebelum pemaparan hasil-hasilnya. Metode harus dijelaskan cukup detail sehingga memungkinkan percobaan atau perolehan data dapat diulangi oleh orang lain. Metode rutin perlu dijabarkan secara ringkas dengan tambahan referensi lengkap. Pabrik pembuat peralatan, sumber bahan kimia, dan obat harus diketahui. Perhitungan dan metode statistik yang digunakan juga termasuk di sini.


Yang menjadi sorotan mitra bestari (penelaah , rieviewer) sewaktu menelaah bagian metode adalah perihal keakurasian dan keabsahan bahan, alat, prosedur, pengumpulan data dan analisis datanya. Jika metode mengacu ke prosedur standar, tulis standarnya. Yang dimaksud dengan prosedur standar ialah: prosedur baku yang umumnya diterbitkan oleh pemerintah (misal : SNI dari pemerintah Indonesia, JIS dari pemerintah Jepang,) atau lembaga (misal : ASTM, AOAC), atau prosedur yang pernah dipublikasikan. Prosedur praktikum jangan diacu.


Hasil dan Pembahasan:


Pemaparan hasil tidak semata-mata pengulangan data yang muncul lewat ilustrasi (tabel dan gambar). Pada bagian hasil sebaiknya jelas dan memenuhi urutan logika. Jika naskah menjelaskan rangkaian percobaan yang kompleks, diperbolehkan untuk menjelaskan aturan atau tahapan percobaan sebelum pemaparan hasil. Jangan mendiskusikan hasil atau menarik kesimpulan pada bagian ini. Sering kali ilustrasi memerlukan penyuntingan juga, misalnya pengecilan atau pembesaran ukuran. Umumnya ilustrasi tidak diperkenankan disisipkan dalam teks. Oleh sebab itu, setiap ilustrasi perlu dinomori secara berurut dan dinyatakan di dalam teks agar peletaknya di dalam teks oleh penyunting pelaksana berkala tidak keliru.


Yang dikritisi dalam pembahasan ialah kemampuan penulis untuk menafsir data yang dikumpulkan dan menyintesisnya untuk sampai pada kesimpulan yang bermakna pada kemajuan ipteks. Pembahasan tidak sekedar menarasikan hasil, hubungan yang ada di antara fakta-fakta selama pengamatan harus ditunjukkan; jangan terkesan terlepas-lepas. Kecendiakaan penulis ditunjukkan lewat argumentasi logis untuk menafsir dan memberi implikasi, gunakan acuan yang bermutu dalam hal ini. Keterbatasan temuan jika ada harus ditunjukkan dengan jujur. Impikasi dari hasil penelitian perlu dikemukakan, jangan berlebihan dan berspesikulasi. Semua informasi dikemas dalam paragraf yang baik. Jangan pernah mengacu pustaka di awal paragraf. Kemukakan buah pikiran anda pada awal paragraf dan dukunglah dengan sejumlah pustaka yang relevan. Tutuplah paragraf dengan pernyatan umum semacam simpulan kecil.


Kesimpulan:


Untuk simpulan beri kesan bahwa penelitian anda sungguh-sungguh berguna bagi pembaca untuk dibaca atau disitasi.


Ucapan terima kasih:


Diberikan secara ringkas dan hanya disampaikan kepada pihak yang pantas, seperti kepada penyandang dana (sponsor), penyumbang bahan, sarana penelitian dan sumber bantuan bahan-bahan yang tidak bisa didapat secara komersial. Bila memperoleh hibah penelitian dari sponsor maka ditulis juga nomor kontraknya.


Daftar Pustaka :


Pustaka ditulis menggunakan sistem nama dan disusun secara abjad. Diperlukan kecermatan tinggi sehubungan dengan peletakan tanda baca, pengaturan urutan unsur-unsur identitas sumber acuan, dan penyingkatan nama terbitan jurnal atau nama penerbit. Untuk keseragaman diberikan beberapa contoh aturan:



  • Jurnal (Nama penulis. Tahun terbit. Judul jurnal. nama berkala ilmiah. Volume(nomor edisi):halaman.). Contoh penulisan :


      Purwadaria T, Gunawan L, Gunawan AW. 2010. The production of nata colored by Monascus purpureus J1 pigments as functional food. Microbiology Indonesia. 4(1):6-10.



  • Penulis merupakan lebih dari 10 orang. Contoh penulisan :


      Widjaja S, Winoto I, Sturgis J, Maroef CN, Listiyaningsing E, Tan R, Pamungkas J, Iskandriati D, Blair PJ, Sayuthi D et al. 2010. Macaca nemestrina and dengue virus infectivity: a potential model for evaluating dengue vaccine candidates. Microbiology Indonesia. 4(2):49-54.



  • Penulis merupakan organisasi. Contoh penulisan :


      [SSCCCP] Scandinavian Society for Clinical Chemistry and Clinical Physiology, Committeeon Enzymes. 1976. Recommended method for the determination of γ-glutamyltransferase in blood. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 36(2):119-125.



  • Buku (Nama penulis. Tahun terbit. Judul buku. Kota penerbitan (Kode Negara): penerbit.). Contoh penulisan :


      Adamson, AW. 1982. Physical Chemistry of Surfaces. Ed ke-4. Toronto (CA): John Wiley & Sons.



  • Prosiding (hampir sama dengan buku tetapi pada umumnya disunting oleh satu atau beberapa editor). Contoh penulisan :


      Raffiudin, R, Nandika D, Amir M, Sugiri N. 1991. Populasi flagelata pada usus rayap Coptotermes curvignatus Holmgren dengan pemberian pakan tiga jenis kayu, hlm. 482-487. Di dalam Biologi Menunjang Ketahanan Bangsa melalui Perbaikan Mutu Pangan, Kesehatan, dan Lingkungan. Volume II. Prosiding seminar Ilmiah dan Kongres Nasional Biologi X. 24-26 September 1991. Bogor: Perhimpunan Biologi Indonesia dan PAU Ilmu Hayat IPB.



  • Skripsi/Tesis/Disertasi (Nama penulis. Tahun terbit. Judul [Jenis publikasi]. Tempat institusi (Kode Negara): Nama institusi tempat tersedianya karya ilmiah tersebut. Contoh penulisan :


      Novriyandi. 1999. Isolasi dan Elusidasi Struktur Senyawa Turunan Flavonoid dari Kulit Kayu Terap (Artocarpus anisophyllus Miq.) [skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.



  • Bibliografi (Nama penulis, penghimpun. Tahun terbit. Judul [bibliografi]. Tempat terbit (Kode Negara): Nama penerbit. Contoh penulisan :


      Cabirac D, Warmbordt R, penghimpun. 1993. Biotechnology and Bioethis [bibliografi]. Beltsville (US): National Agricultural Library. 97 acuan database AGRICOLA Jan 1985-Des 1992.



  • Paten (Nama penemu paten, kata “penemu”; lembaga pemegang paten. Tanggal publikasi paten (tahun bulan tanggal). Judul paten. Nama Negara yang memberikan paten [spasi] kode Negara [spasi] nomor paten). Contoh penulisan :


                Wijaya CH, Halimah, Kindly, Taqi F, penemu : Institut Pertanian Bogor. 2002 Nov 13. Komposisi permen cajuput untuk pelega tenggorokan. Paten Indonesia ID 0020829.


Tabel :


Gunakan 2 spasi untuk tabel dalam lembar terpisah dan nomor berurutan sesuai dengan nomor kutipannya. Berikan judul singkat dan jelas ditiap tabel, dan tempatkan penjelasan tabel pada catatan kaki. Jelaskan setiap penggunaan singkatan juga pada catatan kaki dan identifikasi dan jelaskan semua pengukuran statistik (simpangan baku dan galat) dan analisis (ANOVA, dll). Tabel terdiri atas 5 bagian utama, yaitu nomor dan judul tabel, kepala tunggul (kolom paling kiri, stub), kepala kolom, medan informasi, dan catatan kaki tabel. Garis pemisah yang penting hanya 3, arahnya mendatar, dan garis bantu selebihnya harus dibuat seperlunya saja. Garis bantu yang tegak dapat dihilangkan dengan menyusun kolom dan jarak antarkolom secara hati-hati.


Gambar :


Kualitas gambar tergantung pada gambar yang tersedia. Gambar dalam bentuk grafik dicetak dengan printer kualitas tinggi atau di gambar di atas kertas kalkir dengan tinta cina. Gambar berwarna dapat dicetak berwarna dalam jurnal tetapi penulis akan dikenakan biaya tambahan. Sebaiknya tidak menyertakan foto berwarna jika akan dicetak dalam hitam putih.


Cetak lepas


Penulis yang diterima naskahnya dapat memesan untuk mendapatkan satu buah jurnal dan dua buah artikel cetak lepas setelah terbit. Jurnal dan artikel cetak lepas tambahan dapat dipesan dengan biaya khusus.


Biaya pemuatan


Jurnal Jamu Indonesia belum menerapkan adanya biaya pemuatan termasuk naskah yang akan dipublikasi.


Koreksi


Jika kesalahan ditemukan dalam sebuah naskah yang telah dipublikasikan, penulis sebaiknya mengirimkan koreksi kepada redaksi untuk dipublikasikan sebagai ralat.


 

The names and email addresses entered in this journal site will be used exclusively for the stated purposes of this journal and will not be made available for any other purpose or to any other party.